Kamis, 06 Desember 2012

Sebercik kisah tentang sebuah arti kehidupan.. 


Manusia di dunia ini mungkin jika ditanya perihal kehidupan,mereka memerlukan cukup banyak waktu untuk berfikir.
Begitu juga saya, sebenarnya apakah kehidupan itu?
Apakah kehidupan adalah tempat dimana kita harus selalu mengintrospeksi diri?. Ataukah tempat dimana kita hanya mencari sesuatu yang hanya membahagiakan hati?
Ataukah tempat untuk mencari “jati diri”?
Tak banyak yang tahu trntang apa itu arti kehidupan, karena sesungguhnya kehidupan itu bersifat abstrak.
Dimulai dari sebuah perkenalan dua induk yang berbeda jenis yang kemudian menikah dan terjadilah proses fertilisasi..
Dimana dalam tahap tersebut, manusia telah melalui tahap awal kehidupan itu sendiri..
Kita ini dimulai dari air yang kotor ”air mani”, yang kemudian dengan ajaibnya, air itu berubah menjadi segumpal darah, kemudian segumpal daging, menjadi tulang-belulang, dan sampai akhirnya pada tahap kehidupan yang kata kebanyakan orang adalah “kehidupan yang sebenarnya”..
Hingga sekarangpun masih timbul pertanyaan di kepala saya, manakah yang merupakan “kehidupan sebenarnya”??..Apakah dunia yang kasar dan hina ini adalh tempat kehidupanku yang sebenarnya??
Mungkin tidak banyak orang yang berfikir tentang ini, tapi saya mengalami sebuah pangkat kuadrat dari nintegral akar sebuah pertanyaan.
Sungguh rumit untuk dijabarkan..
Dan saat aku lahir di dunia ini, tak satupun aku ingat apa yang telah aku lakukan di perut ibuku!..
Dan begitukah manusia disebut sebagai makhluk “sempurna”?
Yang tidak bisa mengingat hal terpenting yang pernah disampaikan Tuhannya kepadanya??
Saya pernah bersilogisme sendiri..
Bahwa semua manusia yang mau berfikir itu sempurna. Tidak semua manusia berfikir, tidak semua manusia sempurna!
Apakah begitu manurut Anda???
Tidak!
Manusia dianggap sebagai manusia sempurna, karena mereka tidak dapat memikirkan kesempurnaan makhluk yang lainnya..
Kurang lebih begitu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar