ﷲ♥♥.Jangan Kau Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu˚ﷲ♥♥.
Alhamdulillaah…..
Segala
Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha
Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih
Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa
Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli
Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.
"Allahumma
baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan",Semoga Allah
memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa
Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan
satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah,
Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.
`*•Yaa
Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir
sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam
ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang
yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin
Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi
Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid
radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.
Dalam
perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali.
Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai,
kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah
berandai-andai ria.
sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.
Dan
sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih
ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada
kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu,
majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa
Hidup
ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan
memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan.
Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang
kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan
menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar
bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau
harus-harus yang lain.
Betapa
banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua
pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang.
Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal
dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang
bukan hak kita.
Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.
Apa
yang memeng menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan,
kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik
kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita,
meski kita mati-matian mengusahakannya.
“Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap
apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira
terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap
orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid ;22-23)
Demikian
juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar
mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik dalam
istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya
Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang
menentukan segalanya, kita meminta dengan pakasa.Dan akhirnya kalaupun
Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak
mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah
karena niat kita yang terkotori.
Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :
“….
Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian.
Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi
kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah
216)
Maka
setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa
berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus
benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini
harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan
bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi
menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di
akhirat kelak!
Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!
♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci.
Hak
cipta adalah milik Allah SWT semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus
disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki..
Sungguh
bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih
& benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu
disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta
kepada Rabb-Nya
Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir
♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥
Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,
Afwan
Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi akhwatul
iman dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah
Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,
Wassalamù'alaíkùm warahmatùllahí wabarakatùh





